082318663558
info.airpipeindonesia@airpipetech.com
Rukan Grand Palace Kemayoran Blok B No. 2 Jalan Casa, Kebon Kosong Kecamatan Kemayoran, Central Jakarta 10630
Dalam sebagian besar lingkungan industri, udara bertekanan merupakan media industri yang tak tergantikan.
Namun, banyak pabrik menghadapi suatu masalah yang serupa: tekanan sistem kerap turun, pasokan udara ke perangkat terminal tidak mencukupi, sehingga efisiensi produksi terganggu. Banyak orang mengira daya kompresor tidak mencukupi, namun justru mengabaikan “pembunuh tak terlihat” yang jauh lebih umum—kebocoran pada pipa.
Menurut statistik, tingkat kebocoran pada sistem udara tekan sangat umum berada antara 10% hingga 30%, bahkan pada sejumlah sistem lama dapat melebihi 40%. Kebocoran-kebocoran tersebut umumnya terkonsentrasi pada sambungan, lapisan las, katup, dan titik-titik korosi, yang secara terus-menerus melepaskan gas, sehingga menyebabkan kompresor beroperasi dalam beban tinggi untuk jangka panjang, yang pada gilirannya meningkatkan konsumsi energi, mempercepat keausan peralatan, dan menaikkan biaya pemeliharaan.
Kebocoran bukan sekadar pemborosan udara tekan; hal itu juga mencerminkan beban nyata atas biaya operasional dan emisi karbon bagi perusahaan. Dengan sistem standar bertekanan 7 bar, sebuah lubang berdiameter 1mm saja dapat menyebabkan kerugian biaya listrik hingga beberapa ribu yuan setiap tahunnya.
Oleh karena itu, dalam pemeliharaan sistem, perusahaan hendaknya secara berkala melakukan inspeksi kebocoran dan menilai apakah material pipa memang sesuai untuk lingkungan pengiriman bertekanan tinggi dalam jangka panjang. Memilih sistem perpipaan dengan performa penyegelan yang baik dan ketahanan terhadap korosi yang tinggi, seperti pipa aluminium komposit AIRpipe dari Compass, merupakan langkah penting untuk mengendalikan kebocoran serta menekan biaya sekaligus meningkatkan efisiensi.